Catrin part 1

catr

Dag dig dug…
Itulah yang di rasakan oleh si Intan ketika akan bertemu dengan mantan pacarnya dulu. Ketika Intan keluar untuk membeli ayam panggang di tempat Pak Denton,ia melihat si Rian yang sedang asyik berbincang dengan seorang wanita.

“Kelihatannya mereka pasangan yang cocok,bukan ? tanya Ina pada ku.”

“ehmm… yayaya begitu” jawabku dengan singkat.

“Tampaknya  ada yang cemburu neh” kata Ina sambil melirikku.

“hahaha, cemburu buat apa ? emangnya cowok di dunia ini cuman dia aja apa ?” jawabku

“santai dong sob, kalau situ nggak merasa juga nggak apa-apa kali :P” balas Ina.

“dah ah,aku duluan ya. Jangan lupa nanti malam anterin buku biologiku yah.” Aku pun berteriak sambil berlari menuju arah pulang.

“sipsipsip…” balas Ina kepadaku sambil mengacungkan jari jempolnya.

Ketika sampai di rumah,tiba-tiba aku merasa sedih ketika melihat si dia bersama orang lain tadi. “Ada apa dengan diriku ya Allah ?” tanyaku dalam hati. Terdengar bunyi lonceng sepeda ontel dari kejauhan sana memecahkan keheningan yang aku rasakan ketika aku sedang duduk di depan rumah sambil memegang handphone kecilku. Ternyata datanglah si Rian dengan membonceng pasangan barunya menuju rumahku.

“Fit,aku oleh pinjem catatan biologimu nggak ?” tanya Rian.

“hah …..???” tiba-tiba suasana menjadi hening.

“Fit,aku boleh pinjem nggak ?” pinta Rian.

“apa …..? “ jawabku dengan cepat.

“buku catatan biologimu Fit, aku mau pinjem. Boleh nggak ?” tanya Rian.

“aaaaaaada,tapi lagi d pinjem sama Ina.” Jawabku dengan terbata-bata.

“oh, ya sudahlah. Nanti aku ambil buku langsung kerumah Ina aja. Boleh nggak ?” pinta Rian padaku.

“empph..iya,boleh” jawabku.

“makasih Fit, kamu baik deh. Aku duluan ya sebab mau nganterin Catrin nih takutnya nanti kesorean. Bye Fitri.”  Sambil mengayuh sepeda.

“iya, dah” jawabku sambil melambaikan tangan ke arah Rian.

“Ini nyata nggak sih ? seorang Rian tiba-tiba meminjam buku Biologiku tanpa ada kata “Gengsi”. Tapi mengapa dia harus nyebutin nama cewek itu sih ? apa ini trik dia untuk pamer bahwa dia punya pacar baru ke aku ya ? Ini harus aku ceritakan besok sama Ina.” Kataku dalam hati.

Keesokkan harinya, aku pun langsung menuju kelas Ina yang letaknya tak jauh dari kelasku. Ketika aku selesai menceritakan kejadian kemarin kepada Ina,dia malah senyam-senyum.

“kamu kerasukan iya,In ? ketawa-ketiwi aja dari tadi.” Tanyaku

“hahaha,bilangnya kemarin nggak cemburu. Tuh buktinya kamu ceritaiin dia mulu :P” jawab Ina.

“kan aneh aja In,liat dia tiba-tiba datang kerumah. Bukan malah cemburu atau nggaknya tapi aneh aja lihat tingkahnya kemarin.” Jawabku.

“gitu tah ? cie yang udah tau nama pacar barunya😀. siap-siap aja ya lihat kemesraan mereka berdua di sekolah ini.” Jawab Ina sambil meninggalkan ku sendirian.

Ini orang pada gila apa,bukan nya cari solusi biar aku nggak kepikiran terus sama dia,eh malah ninggallin aku sendiri lagi. Huh, bete bawaannya kalau ngomong sama si Ina. Aku pun pergi ke kantin untuk membeli sebotol air minum untuk persediaan setelah olaraga nanti.  Tiba-tiba di kantin aku melihat si Rian jalan berdua lagi dengan si Catrin. Walaupun hati ini rasanya sedikit nusuk melihat keasyikkan mereka berdua ngobrol ya apa boleh buat aku langsung cabut dari sana. Akhirnya, aku pun menuju kelas dan duduk termenung mengingat kejadian kemarin sampai kejadian yang baru aku lihat di kantin pagi ini.  Tiba-tiba ada si Nanta membawa sebotol air minum dan memberikannya kepadaku.

“ini,Fit air minumnya.” Kata si Nanta sambil senyum lebar kepada ku.

“hah,tau  banget sih kamu kalau aku hari ini aku lupa bawa air minum, terima kasih ya Nan.” Jawabku sambil senyum kepada Nanta.

“sipsip, nanti main bola basket aja ya bareng anak cowok. Kan hari ini olaraga apa aja bisa sebab pak Dani nggak masuk.” Pinta Nanta kepadaku.

“oh,yayayaya. Sip dah.” Jawabku singkat.

Bel pun berbunyi menandakan waktunya masuk ke dalam kelas. Aku pun langsung ke ruang ganti pakaian untuk mengganti pakaian olaraga. Tiba-tiba ketika aku keluar dari ruang itu ada seseorang yang menabrakku.

“ehhh. Maaf kak ya,aku nggak sengaja.” Kata Catrin.

“oh,kamu. Lain kali kalau jalan hati-hati dong asal tabrak aja.” Jawabku

“kan Catrin udah minta maaf kak,Catrin kan nggak sengaja. Sekali lagi Catrin minta maaf kak ya.” Pinta Catrin padaku.

“ya” jawabku sambil meninggalkan ruang ganti.

“Udah ku jambak tuh rambut ya kalau aku nggak menahan emosi tadi. Mentang-mentang pacaran sama Rian sok banget sih jadi orang.” Kataku dalam hati dengan wajah cemberut menelusuri jalan.

“Fit,sini katanya mau ikutan.” Teriak Nanta dari lapangan.

“nggak ah,lagi bete neh.” Jawabku.

Tiba-tiba Nanta menghampiriku dengan membawa bola.

“tangkap Fit,bolanya.” Nanta sambil melempar bola kepadaku.

“Lah Fit,kok nggak di tangkap ?. Katamu tadi mau ikutan olaraga bareng kita tapi kok kamu keluar dari ruang ganti mukamu itu bawaannya tuh bete mulu ya ? apa kamu lagi dapet ya😀. dari pada cemberut terus mendingan nanti pas istirahat aku traktir ya kamu di kantin. Mau nggak ?” tanya Nanta padaku.

“Yayaya” sambil mengangguk.

Setelah selesai olaraga, aku pun mengambil air minum dan handuk kecil untuk di berikan kepada Nanta. Ketika aku mau ke arah duduknya Nanta, si Catrin tiba-tiba menyampari si Nanta, mereka pun asyik mengobrol. Aku pun langsung menjatuhkan handuk kecil dan air minum itu dan lari menuju ruang ganti.

Ketika selesai mengganti pakaian aku pun langsung menuju kelas dengan wajah cemberut. Tiba-tiba keadaan di kelas menjadi hening seketika ketika aku masuk. Tak ada seorang pun yang menegurku sampai pelajaran selanjutnya selesai. Beberapa jam kemudian bel istirahat pun berbunyi, si Nanta menghampiriku dengan wajah yang ceria.

“ayo,mau nggak di traktir ?” tanya Nanta padaku.

“lain kali aja Nan,lagi nggak mood keluar neh.” Jawabku dengan wajah yang kusam.

“ayolah,masa nggak jadi. Aku udah lapar nih. Ayo-ayo, nanti keburu abis loh makanannya.” Rayu Nanta padaku.

“lagi males Nanta…!!” jawabku dengan nada yang sedikit tinggi.

“ ya udah deh kalau kamu nggak mau,aku ajak si Catrin aja deh.” Bye sambil meninggalkan kelas.

“Kayaknya si Catrin ini ngajak bersaing deh,masa Rian sama Nanta di embat semua. Atau jangan-jangan dia itu Playgirl ?” tersentak dalam pikiranku. Aku pun berencana menyelidiki apa sih yang di rencanakan sama si Catrin saat ini.

Ketika bel pulang pun berbunyi aku pun berjalan dengan pelan kea rah parkiran motor. Ternyata si Rian sudah menunggu lama kedatangan si Catrin. Tak lama kemudian si Catrin datang dengan memanggil nama Rian dari kejauhan.

“kak, hari ini antarin Catrin ke toko Roti dekat rumah kakak yah. Sebab Catrin mau beli roti titipan ibu. Bisa nggak kak” pinta Catrin pada Rian.

“oke,ayo cepetan naik ke motor takut hujan nih. Liat cuaca sudah mendung.” Jawab Rian.

let’s go.” Teriak Catrin.

Aku pun tak mau ketinggalan ceritanya,langsung ku hidupkan motorku dan mengikuti mereka secara diam-diam. Ketika mereka tiba di toko roti,mereka pun masuk kedalam toko. Aku pun langsung mengikuti mereka ke dalam toko tersebut. Tiba-tiba si Catrin pingsan dan menjatuhkan roti yang di pegangnya. Keadaan pun menjadi toko pun menjadi ricuh akibat pingsannya si gadis kecil Catrin. Aku pun langsung keluar menuju parkiran motor karena takut ketahuan sama si Rian dan meninggalkan tempat tersebut.

Ketika sampai di rumah aku pun sedikit kecewa karena nggak bisa menyelesaikan misi untuk mengetahiu apa sih yang terjadi pada si Rian dan Catrin. Keesokkan harinya ketika aku sampai di depan pintu gerbang sekolah akau pun melihat si Catrin di tuntun oleh si Nanta menuju kelas Catrin. Aku pun melihat lebih dekat,ketika akau mau membalikkan badan tiba-tiba ada si Rian di hadapanku.

“sedang apa kamu,Fit ? kok kamu melihat dengan mengendap-endap,seperti orang yang lagi memata-matai seseorang ?” tanya Rian padaku.

“oh, nggak apa-apa Rian” berlari sambil menuju ke kelasku.

Aku pun bergegas untuk masuk kedalam kelas,tiba-tiba di atas meja ada sebotol air minum yang biasa aku beli ketika aku lupa membawa perbekalan air minum. Aku pun terkejut dengan semua ini,ku lihat keadaan kelas tetapi tak ada seorang pun di dalam kelas. Keaadan kelas pun masih sangat hening sebab anak-anak yang lain belum datang.

Ketika selepas bel istirahat berbunyi aku pun pergi menuju kantin. Ku liahat dari kejauhan ada si Rian,Ananta,Ina dan Catrin sedang asyik mengobrol. Aku pun langsung pulang menuju kelas karena bête melihat mereka berempat apalagi kalau mereka sudah kumpul. Ketika sampai di dalam kelas aku pun melihat sebungkus roti tertera di mejaku.

“ini roti siapa ?” tanyaku dalam hati.

“kok banyak banget kejadian aneh ya ? tiba-tiba seluruh makanan lengkap dengan minuman yang aku sukai tertera di atas mejaku. Ada apa sih sebenarnya,siapa yang menaruh ini semua ?” kataku dalam hati sambil memegang roti tersebut. Aku pun tak mau menaruh rasa penasaran yang begitu dalam,karean melihat mereka di kantin tadi menyebabkan aku nggak jadi beli makanan dan membuat aku lapar. Aku pun langsung makan roti tersebut dan minum minuman tersebut untuk melepaskan rasa laparku. Ketika aku selesai menyantap makanan tersebut tiba-tiba aku melihat Catrin dan Rian berjalan melewati ruang kelasku. “Apa sih yang di kagumi Rian sehingga Rian selalu nempel dengan Catrin, apa jangan-jangan si Catrin pakek guna-guna yah?” gumamku dalam Hati. Tiba-tiba salah seorang temanku membagikan kertas untuk mengikuti acara perkemahan remaja sekolah.

Posted on August 17, 2013, in Cerpen. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: