Tiga puluh

Di pagi hari raja siang mulai menampakkan senyumannya kepada bumi pertiwi ini.  Kicauan burung-burung seakan ingin pergi kesekolah dan gemercik air yang menderu dari hulu sungai  desa  Jati.  Indah dan teman-temannya mulai berangkat kesekolah untuk memulai masa orentasi di SMA barunya. Ketika di perjalanan dia berpapasan dengan Oca teman SD nya dulu. Tapi,dia tidak sempat menyapa Oca karena Oca terburu-buru  untuk pergi kesekolah barunya. Penampilan Oca terlihat lucu karena dia menggunakan kalung yang terbuat dari rempah-rempah,berkuncit sepuluh menggunakan tali rapia, memakai rok dari karung beras dan memakai gelang dari susunan snack-snack.

Untung saja sekolah kita tidak begitu, kalau begitu  bisa repot” ketus Indah pada Dian dan Putri.

“Aku juga tidak ingin kalau seperti itu nanti bisa di bilang orang gila keluyuran oleh semua orang” jawab Dian.

“benar banget itu apa kata dunia ?” timbal Putri.

Mereka pun tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Putri. Ketika sampai di sekolah barunya mereka bertiga mendapat kelompok masing-masing. Indah dan Putri satu kelompok tetapi Dian masuk ke kelompok lain. Karena Indah dan Putri  satu kelompok sehingga mereka tampak lebih kompak. Ketika games di mulai mereka membentuk bundaran besar dan mengelilingi salah satu temannya yang berada di tengah yang matanya harus di tutup. Kemudian mencari teman dan harus menyebutkan namanya.

Jam istirahat pun tiba mereka pergi kekantin bersama tanpa kehadiran Dian karena dia telah mendapat teman baru jadi lupa dengan mereka. Mendadak perut Indah sakit seperti di ikat tali yang sangat kuat. Putri pun langsung membantu Indah pergi ke UKS sekolah untuk minta obat. Ketika sampai di UKS ternyata  disana ada Dian yang sedang istirahat karena penyakit Asmanya kambuh lagi. Ternyata setelah di periksa Indah mendapat berita  bahwa Indah sakit maag akut. Maag yang yang sudah kelewatan sehingga dia harus menghindari telat makan dan makanan itu tidak boleh  pedas karena rasa pedas itu juga memicu lambungnya berkontraksi.

Jam pun menunjukkan pukul 16.30 WIB dan itu tandanya bahwa orentasi hari ini selesai.  Pihak sekolah pun menelephone keluarga Indah bahwa Indah masih terbaring di tempat tidur dengan wajah yang pucat dan mengeluarkan suara merintih kesakitan yang ditahannya. Tiba-tiba ayah dan ibu Indah datang menjemputnya untuk cek langsung ke Rumah Sakit Umum. Di perjalanan pulang Indah sudah tidak bisa menahan sakitnya lagi sehingga dia hanya berdiam diri dan terbaring lesu.

“aku tak kuat lagi bu. Aku sudah capek,rasanya aku ingin pulang cepat” pinta Indah pada ibunya. “

“Yang sabar ya nak, pasti Indah bisa melewati ini. Terus berzikir ya,ini bentar lagi mau sampai di Rumah sakit.” Jawab ibunya.

“ibu,misalnya Indah sudah pulang tolong berikan fasilitas yang Indah dapatkan dari ibu kepada anak yang bernama Oca di panti asuhan Bunda Kasih di jalan kemerdekaan lorong kamboja ya. Karena Indah kasihan kepadanya yang tak memiliki keluarga lagi dan dia memiliki cita-cita yang tinggi.” Pinta Indah pada Ibunya.

“ia,nanti kita pulang kerumah ya. Kalau Indah sudah sembuh nanti kita pergi kesana dan mengajak dia untuk tinggal bersama kita. Tapi,Indah harus sembuh dulu baru kita bisa main-main lagi. Oke” jawab ibu sambil mengelus kepala Indah.

Macet total disepanjang perjalanan menuju rumah sakit pun terjadi karena pada saat itu para pegawai baru pulang bekerja. Sehingga harus mengantri untuk bisa melewati jalan itu. Suasana langit yang mendung dengan angin sepoi dan sang raja siang mulai menutupkan matanya. Tiba-tiba perut Indah berkontraksi lagi menyebabkan Indah menjerit keras seperti orang kesurupan.

“ibu,aku ingin pulang” pinta Indah pada ibunya

“ia nak ini bentar lagi kita sampai kok ,tahan bentar lagi nak ya” jawab ibu.

Dan tak lama kemudian dia tertidur pulas tanpa nyawa di pangkuan ibunya sambil memegang sekertas surat yang di genggamnya yang untuk Oca.Ketika sampai di rumah sakit ia langsung di bangunkan oleh ibunya dan ternyata Indah tidak bernyawa lagi. Ibu dan ayah nya terkejut melihat Indah yang tak bernyawa lagi. Ibunya langsung menangis dan menjerit seakan-akan ini hanya mimpi. Tak lama kemudian ibu nya tak sadarkan diri dan di bawa ke ruangan untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Keesokkan harinya Dina dan Putri baru mendapat berita bahwa temannya sudah meninggal dunia. Mereka pun tak percaya dengan berita itu tapi apa daya itulah kenyataan pahit yang harus di alami mereka. Dan pada saat itulah mereka langsung pergi ke rumah almurmah.  Dan pemakaman pun telah usai di lakukan dan masih banyak orang tidak percaya bahwa Indah gadis imut yang ceria secepat ini meninggalkan kita semua.

Hari pun berganti hari,seminggu usai dari kematian Indah. Ibunya pun memenuhi keinginan Indah untuk mengangkat Oca menjadi anak nya. Mereka pun pergi ke sana dan menjemput Oca untuk tinggal di rumah. Oca pun di anggap seperti anaknya sendiri dan menyekolahkan Oca ke sekolah yang berfasilitas asrama. Ayah dan ibu mengantar Oca ke sekolah baru nya serta membawa perlengkapan sebagai anak asrama. Terkadang didalam pikiran ibu masih terbayang tentang Indah.

“Tahun ajaran baru , mari memperbarui diri kita dengan menjadi lebih baik” Sebagian siswa berteriak setelah mengakhiri acara penutupan di aula sekolah.  Setelah acara di tutup mereka pun pulang ke asrama dan memulai aktivitas untuk selanjutnya. Oca satu kamar dengan Putri,Rossa dan Cinta. Di ruangan yang berkukuran sedang ,dua lemari kayu berwarna coklat serta satu lemari besar yang berwarna hitam pekat di letakkan di sisi pojok dinding dan dilengkapi oleh dua tempat tidur bertingkat di letakkan disebelah pojok kanan. Sehingga setiap pojok berisi dengan barang-barang.

“Oca,kamu ada hubungan apa dengan tante Nita ?” ketus Putri dengan wajah penasarannya.

“itu ibu angkat saya. Memang nya kamu kenal dengan bu Nita ?” Tanya Oca pada Putri.

“Oh,tante Nita itu ibunya teman aku yaitu Indah.” Jawab Putri.

“oh,Indah . iya aku kenal dengan Indah dia itu teman lama ku dari SD. Tapi sayang dia bernasib malang padahal dia anak yang baik” jawab Oca.

“benar banget itu,gak sepantasnya dia pergi meninggalkan kita semua disini. Aku juga tak menyangka bahwa kejadiannya seperti ini. Padahal waktu itu kami lagi makan bersama tiba-tiba perutnya merasa sakit dan akhirnya ku membawa dia ke UKS sekolah. Tapi,gara-gara waktu itu masa orentasi jadi saya harus mengikuti kegiatan disana dan terpaksa meninggalkan Indah sendirian di UKS. Rencananya mau besuk dia setelah selesai orentasi tapi kata susternya dia sudah di jemput oleh orang tuanya. Tapi ketika paginya dapat kabar bahwa dia sudah meninggal,saya langsung terkejut dan sempat pingsang mendengar kabar itu.” Jelas Putri pada Oca.

Suasana malam yang mencekam dan tiba-tiba mati lampu di kamar itu. Sehingga membuat suasana semakin menyeramkan,hembusan angin sepoi membelai  dirinya seperti kilat lewat sehingga membuat buku kuduknya berdiri setelah cerita tentang Indah.  Lima menit kemudian lampunya hidup kembali dan mereka pun menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan kaki sebelum tidur.  Keesokkan harinya ,mereka bangun lebih awal.karena hari ini mereka  memulai aktivitas belajar di sekolah barunya.  Ketika terburu-buru mengambil tas di depan gedung asrama ia bertabrakan dengan seorang laki-laki bertubuh tinggi yang sedang berlari sehingga makanan yang ia bawa dari kantin tadi tumpah berserakan. Tapi,Oca hanya bisa diam dan langsung membersihkan makanan yang berserakan tanpa melihat siapa yang menabraknya tadi. Ketika,ia masuk ke dalam kelas ia melihat satu kotak makanan yang di taruh di atas mejanya dan sebuah kertas yang bertulisan “Maaf tadi aku lagi terburu-buru jadi tidak sempat menolong membersihkannya dan sebagai ganti makanan yang jatuh tadi ini saya bawakan satu kotak makanan untuk mu.” Kelvin X.A. Setelah mendapat kiiiriman makanan dan sepucuk surat Oca mulai penasaran dengan wajah pengirimnya. Selesai pulang sekolah ia langsung kembali ke asrama dan bertanya dengan Putri “kamu kenal namanya Kelvin anak X.A ?”

“ada dua namanya Kelvin di kelas ku. Ada Kelvin Aditya Prastio dan Kelvin Sanjaya. Memangnya ada apa ? tumben tanya-tanya tentang cowok “

“oh,nggak cuma tanya aja. Emangnya apa bedanya mereka berdua ?” Tanyaku pada Putri

“kalau Kelvin Aditya Prastio itu orangnya tinggi,hidnung mancung dan baik. Tapi kalau Kelvin Sanjaya itu orangnya gendut dan baik. Memangnya ada apa sih ? cerita aja lagi,jangan buat rahasia-rahasian deh.” Jawab Putri

“tadi pagi kan aku terburu-buru mau ngambil tas di depan gedung asrama. Tiba-tiba ada anak  bertubuh tinggi yang sedang berlari menabrakku sehingga makanan yang aku bawa dari kantin tadi jatuh berserakan dan  orang itu langsung pergi tanpa meminta maaf. Ketika sampai di kelas aku melihat sekotak makanan di meja ku dengan sepucuk surat yang berisi aku minta maaf karna aku tadi terburu-buru jadi ini makanan unutuk mengganti makanan yang jatuh tadi dari Kelvin.”jelas Oca.

“oh,gitu ceritanya. Aku yakin dia pasti Kelvin Aditya Prastio karena tadi pagi bajunya kotor semua gitu seperti habis tersiram cairan minyak gitu. Anak nya baik ,sedikit pendiam dan ganteng lagi cocok deh buat kamu karena kalian saling-saling pendiam sih orangnya. Apakah kamu suka dia ?” Tanya Putri.

Kring..Kring..Kring,

hanphone Oca berbunyi  bertanda sms masuk  yang berisi “Aku mau mengajakmu mala mini belajar Fisika bersama di depan kelas jam 19.30 WIB” tetapi dia tidak mengenali nomor itu  sehingga membuat Oca bingung.

Ketika malam pun tiba dia pun langsung menunggu di depan kelasnya setperti orang linglung. Lima menit kemudian datanglah seorang lelaki dengan menggunakan baju kemeja warna putih dan membawa sekantong makanan dan dia adalah Kelvin Aditya Prastio. Kelvin pun duluan menyapa Oca dengan wajah bersinar seperti  bintang di langit begitulh sebaliknya yang di lakukan Oca. Setelah mereka sudah saling mengenal barulah mereka belajar bersama dan mengerjakan soal-soal latihan yang ada di buku. Tetapi semua itu tidak berlangsung lama karena banyak kakak kelas yang melihat kami yang tampaknya sudah dekat. Tapi kami tetap santai serta tersenyum manis di hadapan kakak kelas yang lewat di depan kami. Setelah waktu menunjukkan pukul 21.30 kami pun pulang ke asrama masing-masing dan malam itu pun Kelvin mengantarku sampai depan pintu asrama serta dia mengucapkan kalimat selamat malam,mimpi yang indah ya. Rasanya senang sekali karena bisa di antar sama cowok ganteng ,pintar lagi. Uh,rasanya seperti mengelilingi lautan samudera dengan seorang  pangeran yang di idamkan.

Keesokkan harinya Oca pergi ke sekolah lebih awal karena ada jadwal piket kelas sehingga dia harus datang sebelum pukul 07.00. Tak di duga ternyata Kelvin memiliki jadwal piket yang sama dengannya. Setelah piket selesai seluruh siswa baru datang kesekolah dan langsung mengambil topi untuk melaksanakan upacara bendera di lapangan depan. Setelah upacara selesai semuanya kembali ke kelas masing-masing. Tiba-tiba Maag Oca kambuh lagi karena dia belum sarapan pagi sebelum pergi kesekolah. Oca pun langsung di ajak ke UKS sekolah untuk di beri obat dan melakukan istirahat di disana.

Ketika sudah sembuh dia langsung pulang ke kelas dan melihat di atas mejanya ada sebungkus roti kering dan sekotak susu kecil dan ada surat yang berisi “jangan lupa dimakan ya dan jaga kesehatanmu.” Seiring dengan waktu berjalan sering Oca mendapat kiriman seperti itu tanpa ada tanda pengirim. Timbul rasa penasaran yang semakin kuat sehingga dia menjalankan misinya untuk menjadi detektif. Dia langsung berpura-pura seperti orang sakit dan berpura-pura langsung pergi ke UKS padahal dia bersembunyi  dan melihat keadaan dari jendela luar kelas. Dan ternyata orangnya tidak datang-datang juga sampai jam istirahat pun habis.

Ting..Ting..Ting..Ting

Bel pulang pun berbunyi,aku pun pulang ke asrama bersama Putri. Tiba-tiba Kelvin menghampiriku. “nanti malam kita belajar lagi,bisa nggak ?” Tanya Kelvin. “sepertinya bisa tapi lihat kondisi dulu ya” jawab Oca. “oke,nanti ketemuan di tempat biasa ya.”jawab Kelvin. Oca pun langsung menuju ke asrama dan masuk ke kamar. Ketika di kamar Oca langsung mengerjakan pr serta membaca beberapa ayat-ayat pendek.  Menjelang sore Oca mengirim pesan kepada  kepada  Kelvin bahwa ia bisa belajar bersama.

Malam pun tiba,mereka pun belajar bersama. Ada sebuah fhoto yang terjatuh ketika Oca mengeluarkan setumpuk kertas  dari tasnya ternyata itu photo ia masih kecil. Kelvin pun melihat fhoto tersebut dan di belakangnya terdapat tanggal 30 November 1997. Jam telah menunjukkan pukul 21.30 sehingga mereka harus pulang ke asrama masing-masing.

Ketika sampai di kamar Kelvin pun langsung tertuju melihat kalender di atas meja dan ternyata hari ini tanggal 28 november. Baru ia ingat bahwa dua hari lagi ulang tahun Oca yang ke-15. Keesokkan harinya ia menemui Putri untuk menanyakan hadiah apa yang cocok untuk Oca. Tiba–tiba Putri berinisiatif untuk memberitahu tante Nita bahwa besok Oca ulang tahun dan mereka berencana membuat kejutan buat Oca. Malam pun tiba,Oca bingung melihat tingkahlaku aneh Putri yang dari tadi menelepone seseorang untuk merencanakan suatu rahasia yang penting. Oca pun langsung meninggalkan Putri sendirian untuk melaksanakan sholat Isya. Setelah selesai sholat ia tidak melihat Putri di kamar padahal dia bermaksud mau meminjam laptopnya Putri untuk membuat tugas.

Oca pun langsung mencari Putri ke belakang, ke kantin,ke kamar sebelah tapi tidak ada hasil dan dia bertujuan mencari Putri ke kelasnya. Ternyata ketika dia membuka pintu ada Kelvin dan Putri sedang duduk berdua yang asik mengobrol dan tampak seperti orang yang sangat akrab. Melihat kejadian itu Oca langsung membanting pintu dengan keras dan menampakkan wajah yang begitu merah. Ia pun langsung pergi ke kamar dan menangis dengan menutupi wajah dengan selimut kesayangannya.

Tiba-tiba putri masuk kamar dan bertanya kepada Oca tetapi Oca mengabaikan pertanyaan dari Putri. Dan Putri mengetahui penyebab mengapa Oca marah padanya karena tadi ia melihat saya dan Kelvin tampak akrab mungkin dia cemburu dengan kedekatan kami.

Keesokkan harinya ketika Oca ingin meletakkan tas ke dalam kelas ternyata di atas mejanyanya ada sebuah Tulisan Maaf dan sebuah coklat. Oca berpikir itu pasti dari Kelvin sehingga dia tidak ingin mengambil itu dan mengabaikan itu semua. Ketika pulang sekolah dia pun langsung berbaring di tempat tidur karena capek habis olaraga dan dia tertidur dengan lelap. Ketika dia bangun dia tidak bisa melihat apa-apa hanya bayangan hitam yang ia lihat dan ada orang yang menarikknya keluar kamar menuju lapangan  ternyata di luar banyak orang yang sudah berkumpul mengelilinginya. Setelah dia membuka penutup matanya ternyata ada orang yang selama ini ia sukai dan langsung membawa kue untuk di tiup lilinnya. Semua orang berteriakkan kejutan yang di buat Kelvin untuk aku.

Tiba-tiba jalan kecil di buka  karena Putri membawa kue ulang tahun untuk Oca. Tetapi Oca masih menatap Putri dengan mata sinisnya dan mukanya langsung berubah menjadi lesu. Ia masih marah akan kejadian tadi malam sehingga Putri langsung menjelaskan atas kesalahpaham Oca kepadanya. Ia masih tetap tidak percaya tapi dia langsung meninggalkan tempat dan Kelvin pun langsung mengejar nya dan langsung menarik tangan Oca serta menjelaskan bahwa apa yang di katakan Putri itu adalah benar. Dia pun baru percaya dan langsung memeluk erat putri sampai ia meneteskan air mata. Dan tiba-tiba dia mendapat surat dari post bahwa surat itu berisi Selamat Ulang Tahun Oca,anggaplah orang tuaku sebagai orang tuamu. By Indah,30 september 2012.

Posted on August 17, 2013, in Cerpen. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: