a Wishis Pencil

              pens

              Tak terasa dunia begitu cepat berputar, hari berganti hari tak terasa sudah menjelang ulangan tengah semester lagi. Tapi apa daya inilah nyatanya menjadi seorang murid sekolah yang tak luput dari lingkaran semua aktivitas di bidang akademik mau pun non akademik.

                “pingin rasanya punya waktu libur lebih untuk sekedar refreshing otak, tapi sepertinya hal itu nggak bakal terjadi deh mengingat semua kegiatan yang tersusun rapi sangat membuatku berkecil hati” sentakku dalam hati.

                Tiba-tiba ada seekor burung merpati hinggap ke atas kepalaku hingga membuatku sedikit terkejut dengan kedatangannya sehingga membuyarkan angan-angan yang aku pikirkan tadinya. Selepas dari itu aku pun langsung masuk ke kamar untuk mulai belajar sebelum hari yang menegangkan itu datang menyapaku. Tak lama kemudian ada bunyi ketokkan pintu dari kamarku, aku un langsung membuka pintu itu dan ternyata

                “happy birthday Alia,happy birthday Alia,happy birthday ,happy birthday,happy birthday Alia” Dhani sahabatku menyanyikan itu untukku.

                “Al,aku punya kado khusus untuk mu,tapi kamu harus tutup mata terlebih dahulu karena kado ini bisa mengabulkan permintaan kamu” jelas Dhani

thanks Dhan, tapi apakah ini benar ? apakah semuanya akan baik-baik saja apabila aku meminta permintaan itu sekarang ?” jawabku sambil melontarkan sebuah pertanyaan padanya

“iya nggak apa-apa yakin aja deh sama aku. Sekarang tutup matamu dan jangan buka matamu sampai aku bilang 1,2,3. Oke.”jawabnya padaku.

“oke” jawabku singkat dengan mengacungkan jari jempolku kearahnya.

“siap yah. 1,2 dan 3…”teriak Dhani.

Setelah aku membuka mata ada sebuah kotak yang berisi penuh dengan pensil warna-warni dengan penjelasannya. Ada pun penjelasan tentang cara penggunaan pensil itu bahkan larangan ketika kita sedang menggunakan pensil itu.

Aku pun langsung memilih no 1 yaitu pensil yang berwarna biru, dimana aku harus memakai baju biru polos terlebih dahulu dan memegang kertas berwarna biru sebelum melakukkan tahap selanjutnya. Setelah aku melakukan semuanya ternyata aku harus menjauhi semua orang yang berhuruf R tapi apabila aku melanggarnya, semua itu akan berbalik kepadaku. Dengan penampilan serba biru aku di berikan pilihan untuk memilih senang bersama keluarga atau sahabat kita sendiri. Aku pun memutuskan untuk memilih keluarga dan tiba-tiba aku berada di tengah perkumpulan keluargaku yang sedang asyik mengobrol.

“hei,kenapa kamu berdiri di sana ? ayo duduk sini kita rayakan pesta hari kelahiranmu ini dengan ceria” cetus Dhani kepadaku.

“hah,ulang tahunku ? memangnya ini bulan berapa dan ini ulang tahunku yang keberapa ya ? kok aku bisa nggak tahu sih?” tanyaku padanya

“hahaha,jangan sok polos gitu deh mukanya padahal sudah berusia 25 tahun”jawabnya

“aaaapaaa ? bagaimana aku bisa setua itu ? apakah kamu ingat dengan permen gulali ?”tanyaku padanya

“hahaha,itu sih emang takdirmu punya umur setua itu. Iya dong itukan makanan favorit kita waktu kita masih berumur 15 tahun. Sudah lama aku nggak makan bahkan melihat permen itu”jelasnya

“ayo mari kita rayakan ulang tahunmu ini lagian sekarang sudah menjelang  tengah malam nih, semakin larut malam semakin asik” sontak Lili yang dulunya adalah musuh besarku waktu aku berumur berada di Sma.

“iiiiiiya” jawabku dengan sedikit penuh ketengan dengan melihat semua tingkah semua orang kepadaku

Akhirnya musik pun di mainkan dengan suara yang keras, seluruh orang ikut berdansa bahkan nenekku yang sudah rentan masih saja bergoyang. Aku pun sangat bahagia melihat semua kejadian ini, apalagi melihat nenekku bergoyang yang dulunya hanya mengurung diri di kamar bahkan jarang berbicara dengan anggota keluargaku yang lain dan bahkan si Lili yang dulunya adalah musuh bebuyutan terbesarku sekarang bertingkah sangat manis dan sopan di hadapanku seakan dia lupa bahwa kami pernah bertengkar.

Ketika permintaan pertama terkabulkan aku  pun langsung mengambil pensil warna hitam dengan memiliki peraturan bahwa aku harus memakai baju berwarna hitam dan menuliskan permintaan aku di kertas yang berwarna putih. Aku pun langsung menuliskan,

“aku ingin menjadi orang paling terkenal bahkan di cari orang banyak untuk minta fhoto bahkan tanda tanganku”

Tak lama kemudian ada seseorang yang mengetok pintuku, aku pun segera membukanya dan ternyata,

“kakak,aku mau minta tanda tangan kakak dan fhoto bareng sama kakak yah”pinta anak kecil itu padaku.

“oke,boleh kok” jawabku dengan cepat

Aku pun langsung mengambil posisi untuk berfhoto dan memberikan tanda tanganku kepada anak kecil itu. Akhirnya berfhoto dan tanda tangan selesai aku pun memutuskan untuk keluar membeli makanan di supermarket terdekat.

Ketika sampai di depan supermarket langgananku aku pun masuk ke dalam dengan wajah yang ceria tiba-tiba ada seseorang yang tak sengaja menabrakku dan membuat pakaianku menjadi kotor,

“oh,maaf aku nggak sengaja. Maafkan aku yah”pintanya padaku

“iya gak apa-apa kok” jawabku

“sebentar deh kayaknya muka kamu nggak asing lagi deh bagi aku, kamu itu …?”cetusnya

“iya kamu itu bintang terbaik di kalangan model di majalah dan di televisi,Benarkan ? aku minta fhoto dan tanda tanganmu boleh?” jawab cowok itu

“iya boleh” jawabku dengan singkat

Akhirnya aku pun berfhoto dengan lelaki yang menabrakku tadi dan tiba-tiba banyak wartawan serta para photographer  yang ingin meminta dataku lebih lengkap dan berfhoto bersama. Aku pun mulai kebingungan dengan semua ini bahkan aku berniat untuk pergi ke mobil untuk mengambil pensil warna itu dan melakukan keinginan yang lain. Aku pun mencoba keluar tetapi semakin banyak orang berdatangan di supermarket itu hingga membuat supermarket itu penuh dengan orang. Akhirnya kau membuat persetujuan dengan salah satu photographer,

“oke saya akan berfhoto bersama kalian tetapi izinkan saya keluar dari keramaian ini dan saya akan bermake-up sedikit sebelum di fhoto. Maukah kamu memberitahu yang lain?” pintaku padanya

“nggak bisa, nanti kamu bohong  kami sudah berapa kali di bohongi seperti itu” jawabnya

“ini bawa saja tas ini karena seluruh data ada di tas ini kalau aku berbohong kamu bisa mengambil tas ini sebagai bukti kalau aku pernah berjanji pada kamu” jawabku meyakinkannya

Akhirnya dia pun luluh dan membuat pengumuman bahwa aku akan ke toilet dahulu mempersiapkan seluruh yang aku butuhkan sebelum aku di wawancarai.

Posted on September 21, 2013, in Cerpen. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: