Why ?

tanddaa

Suaranya menggelegar memecahkan semua kesunyian bagaikan petir yang menglegar dunia dalam keadaan terang,     

                “mungkin aku harus berusaha ikhlas dengan hal ini karena aku tak akan bisa terus menerus merasa terjatuh akan kejadian ini” sentakku dalam hati

                Tiba-tiba seseorang menyapaku dengan pelan dari belakang, aku pun langsung melihat kearah belakang, ternyata tak lain adalah adik sepupuku sendiri datang dari kampung sebelah.

                “hai, kakak. Aku kesini mau cerita banyak tentang dia kak, lagian udah lama banget aku nggak cerita-cerita sama kakak. Ayo,  kita masuk kekamar kakak aja ya, oke” ajaknya sambil menarikku ke dalam.

                “iya, tapi santai saja dong, nggak pakek tarik-tarikkan segala kali. Emangnya aku kambing apa” jawabku sedikit kesal.

                “tapi kak, aku sudah nggak sabar lagi menceritakan ini semua pada kakak” jawabnya

                “yasudah dari pada aku tambah geram akan tingkahmu mendingan kita masuk ajaj sekarang’ jawabku dengan sedikit tersenyum padanya.       

                Akhirnya kami pun masuk kekamar, tetapi aku meminta izin terlebih dahulu sebelum dia mencaritakan sesuatu padaku dengan alasan mengambil makanan dan minuman karena kebiasaan buruknya apabila dia sudah cerita pasti dia tidak akan mengingat waktu sehingga mmbuat aku lupa akan waktu. Akhirnya, aku pun langsung mengambil snack-snack di dalam kulkas dan membuat jus. Tak lama kemudain, aku pun kembali dengan barang-barang yang penuh di tangan kanan kiriku.

                “hei,bantuin dong jangan melihat saja.  Kamu maukan makanan ini ?” cetusku dengan geram

                “hahaha, kakak lucu yah jelek-jelek kok judes. Upss,keceplosan kakak. Hahaha” jawabnya padaku

                “ih,kurang asem banget sih anak ini. Untung aku cuman punya satu adik sepupu kayak kamu,coba kalau lebih dari satu pasti sudah gila aku sekarang.” Jawabku dengan kencang.

                “hahhaa,walaupun aku bawel tapi kakakkan sayang sama aku, iya kan ? jujur deh sama aku :D” jawabnya dengan bangga

                “hah, sayang sama kamu ? geer banget sih jadi orang. Jangan kepedean banget tahu nanti jatuh sakit lagi” jawabku

                “jatuh kebawah juga kakak :P” jawabnya sambil mencibir kearahku.

                “sialan luh, sudah nggak usah datang kerumah ini lagi. Benci aku liat mukamu, sudah keluar sana” jawabku dengan membentaknya

                “kakak jangan marah dong kan aku cuman bercanda doang. Masa segitunya , kan aku juga belum cerita ini” jawabnya

                “sudah pergi sana, aku bête liat muka kamu” jawabku sambil menariknya keluar

                “huh,dasar orang dewasa sekarang bawaannya cuman bête-bete terus. Iuuuhhh :P” jawabnya sambil menjulurkan lidah.

                “sudah pergi sana, jangan oernah masuk kamar aku lagi.” Jawabku sambil menutup pintu

                “oke :p dasar orang dewasa selalu bête-bete” jawabnya sambil berteriak.

                Aku pun langsung menuju tempat tidur dan memikirkan kalimat yang keluar dari mulut adik sepupuku tadi.

                “apakah memang seorang perempuan dewasa selalu bawaannya bête yah ? atau ini cirri-ciri orang dewasa ?” gumamku dalam hati dengan bingung.

                Saking kepikiran dan aku merasa sangat lelah akhirnya aku pun tertidur pulas dengan keadaan makanan yang berhamburan di bawah. Ketika beberapa jam aku tertidur, ada seseorang yang mengetok pintuku,

                “kak,buka pintunya ini mama. Ayo sayang lekas mandi gih, keburu magrib loh nanti” teriak mama

                “iya mama, ini kakak baru mau keluar nih” jawabku sambil mencari kunci kamar

                “tadi si Rina ngadu sama mama kalau kamu lagi marah sama dia ya ? emangnya gara-gara apa sih kakak ? kakak itu sudah dewasa loh masa dengan anak kecil masih main moodtan sih ? aneh ini orang bukan tambah dewasa malah melebihi anak kecil tingkahnya.” Jawab mama sambil menjelaskan

                “abisnya dia keseringan bikin aku badmood sih,Ma. Lagian mulutnya itu kayak knalpot bajaj aja ngerocos mulu dari tadi nggak ada hentinya” jawabku dengan muka yang sedikit cemberut

                “iya sih Mama, kamu tahu kita disini juga tahu kalau dia itu orangnya seperti itu makanya jangan di ambil hatilah karena dia kan masih anak kecil, sewajarnya ajalah kalau dia masih kekanak-kanakkan. Jangan malah kita yang jadi kekanak-kanakkan, lagian kan kamu sudah dewasa jadi tahulah cara mengatasi masalah seperti itu” jawab mama

                “iya, ma. Nanti kalau dia main kesini lagi pasti kakak bisa mengontrol dirilah. Makasih mama atas informasinya, sayang mama deh” jawabku sambil memeluk mama

                Setelah itu aku pun langsung menuju kamar mandi. Ketika sampai di kamar mandi aku pun membuka pintu kamar mandi dan ternyata air kamar mandi pun habis sehingga aku berusaha untuk mengangkut air dari luar ke dalam gara-gara listrik padam. Tiba-tiba saja air yang aku angkut itu berkurang ternyata setelah aku lihat ada selang yang terhubung dari bawah. Aku pun langsung mencari sumber selang itu kemana larinya ternyata ke kamar mandi satunya.

                “siapa yang sedang mandi sekarang, bisa ngambil air sendiri nggak sih ? jangan pakek acara paengambilan alih tanpa izin dong. Bikin bête aja ini orang” teriakku sambil mengetok pintu kamar mandi

                Tak ada seorang pun yang menjawab pertanyaanku,hingga aku naik darah,

                “hey, yang di dalam budek apa ? ada mulut nggak sih kamu ?” jawabku dengan teriak

                “buka pintu ,hei..” teriakku dengan keras

                Tiba-tiba mama datang,

                “apa-apaan sih kakak, menjelang magrib kok bukannya masuk malah teriak nggak karuan gitu” jawab mama

                “ini ma,aku sudah susah payah ngambil air ternyata ada seseorang yang menghisap air yang aku bawa kedalam ke kamar mandi ini. Aku sudah teriak-teriak tetapi nggak ada satu orang pun yang menjawab. Mana sekarang sudah mau magrib masa aku nggak mandi sih,ma ?” jelasku pada mama

                “oh, ledeng itu mama yang pasang tadi sore sebab mama tadi bersihin kamar mandi sebelah ternyata airnya habis ya sudah mama ambil saja airnya dari kamar mandi yang satunya. Tapi kalau masalah siapa yang ada di dalam mama kurang tahu kakak, setahu mama semua orang yang di rumah ini sudah manid semua kecuali kakak” jawab mama

                “jadi yang di dalam siapa dong ma ? kok aku jadi merinding sih ?” tanyaku pada mama dengan nada yang mengecil

                “nggak tahu mama,coba buka aja mungkin kosong” jawab mama

                “nggak ah,kakak takut mah” jawabku

                Akhirnya mama pun memberanikan diri membuka pintu kamar mandi tersebut.

Posted on September 27, 2013, in Cerpen. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: